Minggu, 22 Mei 2011

Puisi roman ala geografi

ANGANKU 
karya:siska purwati
Ketika takdir telah menentukan segala
Bak Skala Beaufort menampakkan satuannya
Engkau Terlahir sebagai elnino
Elnino berpancar aurora
Sedangkan dilain sisi...
Aku lanina yang hampa udara
Tanpa terselubung atmosfer disekelilingnya

 Ku slalu berangan
Andai saja ada hujan frontal diantara kita
Mungkin,akan ada benih cinta diantaranya
Setidaknya,tak seperti angin fohn
yang hanya bergerak satu arah saja
Setidaknya bisa mengusir smog
Smog yang menutup hati kau untuk melihatku

Engkau  pancaroba yang sulit diterka
Kala ku merasakan hangatnya kemarau
Kau beralih dingin seperti penghujan
Apa yang kau inginkan sebenarnya
Aku memang menginginkan angin muson
Angin muson yang berbalas pada hati
 
Seberapa dingin hatimu
Meski minus derajat celcius ataupun fahrenheit
Ku tak peduli
Ku slalu mencoba tuk kirimkan panas
Melalui konduksi,konveksi,atau radiasi
Tetapi memang sulit
Karena skala termometer hatimu rancu

Tak ada lagi yang bisa kulakukan 
Mungkin hatimu memang berlapis
Bagaikan awan stratus
Mungkin hatimu memang bergumpal
Bagaikan awan cumulus
Ini semua berkondensasi menjadi satu
Sehingga berakibat tetes air membasahi mataku
Membuat Curah hujan deras pada hatiku
Jika saja kuukur curah hujannya
Mungkin Obrometer menunjukan skala tertinggi

Selama masih terjadi rotasi
Ku hanya bisa berharap,berandai
maupun berangan
Agar cuaca di hati ini...
Membaik kian membaik

Ini tugas geografi gue waktu disuruh buat puisi memakai kata kata yang diambil dari glosarium bab atmosfer
puisi ini berjenis roman berkisahkan: seorang wanita yang cintanya bertepuk sebelah tangan ,yang slalu berusaha mencuri hati seseorang yang disukainya dan selalu berharap suatu saat nanti orang itu menyukainya ,namun harapannya sangatlah mustahil

*gue ngebuat puisi ini berdasarkan pengalaman terdahulu gue :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar